Komentar GLI

Pigeon Blood Ruby adalah istilah warna perdagangan yang digunakan untuk menggambarkan ruby dengan warna merah yang sangat kuat dan vivid. Istilah ini bukan species, bukan variety mineral, dan bukan geographic-origin designation.

Secara historis, istilah pigeon’s blood sangat erat dengan ruby Myanmar, khususnya Mogok. GIA menjelaskan bahwa istilah tersebut secara historis menggambarkan warna merah hingga sedikit purplish atau pinkish red yang disertai fluorescence merah yang kuat.

Namun definisi Pigeon Blood tidak sepenuhnya seragam antar-laboratorium. SSEF secara eksplisit menyebut pigeon blood red sebagai trade color term yang tidak mempunyai definisi colorimetric internasional tunggal dan menggunakan masterset serta protokol internal.

Gambaran Umum

Pigeon Blood merupakan salah satu istilah paling terkenal dalam perdagangan ruby untuk menunjukkan warna merah berkualitas tinggi. Penilaian warna terutama melibatkan hue, tone, saturation dan brightness.

Pada ruby dengan karakter Pigeon Blood, warna biasanya sangat saturated dengan red sebagai hue dominan. Pada material tertentu, terutama ruby dengan chromium tinggi dan iron rendah, fluorescence merah dapat memberikan efek inner glow.

GIA mencatat bahwa pigeon’s blood secara historis dikaitkan dengan vivid red, fluorescence tinggi dan kandungan iron rendah, sebagaimana tipikal pada ruby berkualitas tinggi dari Myanmar.

Klasifikasi

Level Istilah Keterangan
Mineral Group Corundum Al₂O₃
Species Ruby Red variety of gem corundum
Color Vivid Red Strong saturation
Trade Color Pigeon Blood Premium ruby color term

Spesifikasi Ruby

Parameter Data Umum
Species Ruby
Mineral Corundum
Formula Al₂O₃
Hardness 9 Mohs
RI 1.762–1.770
SG Sekitar 4.00
Birefringence Sekitar 0.008–0.010

Karakter Warna Pigeon Blood

Warna merupakan faktor utama dalam penggunaan istilah Pigeon Blood. SSEF menyatakan bahwa rubies yang memenuhi istilah tersebut harus menunjukkan strong red colour saturation dengan warna vivid red yang sesuai dengan masterset laboratorium.

GIA juga menjelaskan bahwa istilah pigeon’s blood secara historis digunakan untuk warna merah hingga sedikit purplish atau pinkish red dengan fluorescence merah yang lembut hingga kuat.

Karena standar antar-laboratorium dapat berbeda, Pigeon Blood tidak boleh diperlakukan sebagai satu angka warna universal.

Chromophore dan Fluorescence

Warna merah ruby terutama berkaitan dengan Cr³⁺ yang menggantikan sebagian Al³⁺ dalam struktur corundum.

Kombinasi chromium tinggi dan iron rendah dapat menghasilkan fluorescence merah yang kuat. SSEF menjelaskan bahwa fluorescence tersebut berkontribusi terhadap efek visual seperti inner glow pada ruby tertentu.

Namun fluorescence kuat bukan satu-satunya syarat. Warna body color tetap merupakan kriteria fundamental dalam penilaian Pigeon Blood.

Fluorescence UV

Ruby dengan chromium tinggi dapat menunjukkan red fluorescence terutama di bawah long-wave UV. Pada sistem SSEF, pigeon blood red umumnya menunjukkan strong fluorescence di LWUV dan medium hingga medium-weak fluorescence di SWUV.

Untuk pemeriksaan GLI, UV sebaiknya dicatat sebagai data pendukung, bukan sebagai satu-satunya dasar pemberian istilah Pigeon Blood.

Pigeon Blood dan Geographic Origin

Pigeon Blood secara historis sangat erat dengan Myanmar, khususnya Mogok. GIA mencatat bahwa Myanmar telah menghasilkan pigeon’s blood rubies selama berabad-abad.

Namun Pigeon Blood tidak sama dengan Burmese Ruby. Ruby dari Mozambique, Vietnam, Tanzania dan locality lain juga dapat memiliki warna yang masuk ke kategori pigeon blood menurut protokol tertentu. SSEF sendiri memperlakukan pigeon blood sebagai color term yang dinilai terpisah dari origin.

Karena itu, dalam laporan GLI, origin harus menjadi field terpisah dari trade color.

Treatment

Treatment merupakan aspek sangat penting dalam evaluasi Pigeon Blood Ruby. Dua ruby dengan warna yang sama dapat mempunyai nilai pasar yang sangat berbeda tergantung status treatment.

SSEF menerapkan kriteria yang sangat ketat untuk istilah pigeon blood red dan hanya menerapkannya pada ruby yang tidak menunjukkan indikasi treatment.

Karena standar tiap laboratorium berbeda, GLI sebaiknya selalu menyebut treatment status secara eksplisit dan tidak menganggap istilah Pigeon Blood sebagai pengganti keterangan treatment.

Identifikasi Laboratorium

  • RI: sekitar 1.762–1.770.
  • SG: sekitar 4.00.
  • Hardness: 9 Mohs.
  • Polariscope: anisotropic / uniaxial negative.
  • Microscope: memeriksa silk, fissures, crystals, fingerprints, healed fractures dan karakter inclusions.
  • UV: red fluorescence dapat menjadi data pendukung.
  • Color: dinilai berdasarkan hue, tone, saturation dan brightness.
  • Treatment: diperiksa terpisah dari color designation.

Istilah Pigeon Blood sendiri memerlukan evaluasi warna yang terkontrol. SSEF menggunakan masterset natural ruby dan protokol internal untuk menilai hue, saturation dan brightness.

Pigeon Blood Ruby vs Ruby Merah

Parameter Ruby Merah Pigeon Blood
Species Ruby Ruby
Color Red dengan variasi tone/saturation Vivid, highly saturated red
Fluorescence Bervariasi Sering kuat, tergantung chemistry dan standard lab
Trade Term Ruby Pigeon Blood

Kesalahan yang Sering Terjadi

  • Menganggap semua Pigeon Blood Ruby pasti berasal dari Myanmar.
  • Menganggap semua ruby Myanmar otomatis Pigeon Blood.
  • Menggunakan fluorescence UV sebagai satu-satunya kriteria.
  • Menganggap istilah Pigeon Blood sebagai bukti bahwa ruby tidak heated.
  • Menganggap Pigeon Blood sebagai species atau variety mineral.
  • Menyamakan standar Pigeon Blood dari satu laboratorium dengan standar laboratorium lain.

Perawatan Pigeon Blood Ruby

  • Ruby mempunyai hardness 9 Mohs dan relatif tahan terhadap goresan.
  • Hindari benturan keras karena inclusions atau fractures dapat membuat batu lebih rentan.
  • Ruby untreated umumnya dapat dibersihkan dengan air hangat dan sabun ringan.
  • Untuk ruby yang telah fracture-filled atau mengalami treatment tertentu, metode pembersihan harus disesuaikan dengan treatment.
  • Hindari panas ekstrem jika status treatment tidak diketahui.

Related Articles

Ruby |
Burmese Ruby |
Ruby HC |
Unheated Ruby |
Ruby Treatment

Kunci Knowledge Base GLI

  • Name: Pigeon Blood Ruby
  • Mineral Group: Corundum
  • Species: Ruby
  • Formula: Al₂O₃
  • Color: Vivid Red
  • Trade Color: Pigeon Blood
  • Hardness: 9 Mohs
  • RI: 1.762–1.770
  • SG: ~4.00
  • Birefringence: ~0.008–0.010
  • Main Chromophore: Cr³⁺
  • Typical Fluorescence: Red, often strong in chromium-rich low-iron material
  • Origin Association: Historically Myanmar / Mogok, but not exclusive to Myanmar
  • Treatment: Must be evaluated separately
  • Major Confusion: Other vivid red ruby, red spinel, treated ruby

Corundum → Ruby → Vivid Red → Pigeon Blood (Trade Color) → Treatment Separate Field → Origin Separate Field

FAQ Pigeon Blood Ruby

1. Apa itu Pigeon Blood Ruby?

Pigeon Blood Ruby adalah istilah perdagangan untuk ruby dengan warna merah vivid dan saturation yang sangat kuat. Istilah ini merupakan color term, bukan species mineral atau varietas mineral baru.

2. Apakah Pigeon Blood merupakan nama species?

Bukan. Species-nya tetap Ruby, yaitu varietas merah dari Corundum. Pigeon Blood hanya menjelaskan designation warna dan kualitas tertentu.

3. Apakah Pigeon Blood memiliki standar internasional tunggal?

Tidak. SSEF menyatakan bahwa Pigeon Blood Red belum mempunyai definisi colorimetric ilmiah maupun standar internasional tunggal. Laboratorium menggunakan masterset dan protokol masing-masing.

4. Apa warna yang dimaksud dengan Pigeon Blood?

Dalam kriteria SSEF, warna harus berupa vivid red dengan saturation kuat, tanpa modifier warna yang jelas seperti biru atau cokelat. Sedikit tint purplish masih dapat diterima.

5. Mengapa Pigeon Blood sering terlihat memiliki “inner glow”?

Efek tersebut berkaitan dengan fluorescence merah yang kuat. Kombinasi chromium tinggi dan iron rendah pada ruby tertentu dapat menghasilkan fluorescence yang memperkuat kesan warna merah, terutama dalam cahaya yang mengandung UV seperti daylight.

6. Apakah semua Pigeon Blood Ruby harus berfluoresensi kuat?

Tergantung standar laboratorium. Dalam kriteria SSEF, fluorescence kuat merupakan bagian penting dari designation tersebut. Namun ruby dengan chromium sangat tinggi dan iron sangat rendah dapat menunjukkan fluorescence yang lebih rendah dan justru tidak memenuhi kriteria SSEF.

7. Apakah Pigeon Blood selalu berasal dari Myanmar?

Tidak. Istilah ini secara historis sangat erat dengan Myanmar, khususnya Mogok, tetapi ruby dari Vietnam, Tajikistan dan beberapa wilayah Afrika juga dapat memenuhi kriteria Pigeon Blood menurut protokol tertentu.

8. Apakah semua ruby Myanmar adalah Pigeon Blood?

Tidak. Origin Myanmar dan color designation Pigeon Blood adalah dua hal berbeda. Ruby Myanmar harus tetap memenuhi kriteria warna dan persyaratan laboratorium untuk memperoleh designation tersebut.

9. Apakah Pigeon Blood berarti ruby tidak heated?

Tidak secara universal. Kriteria laboratorium berbeda. Dalam sistem SSEF, ruby yang disebut Pigeon Blood Red tidak boleh menunjukkan indikasi treatment. Karena itu, treatment status harus tetap dicatat sebagai field terpisah.

10. Berapa RI Pigeon Blood Ruby?

Karena Pigeon Blood adalah color designation, bukan species, RI-nya sama dengan Ruby/Corundum, yaitu sekitar 1.762–1.770.

11. Berapa SG Pigeon Blood Ruby?

SG Ruby umumnya sekitar 4.00. Variasi kecil dapat terjadi sesuai komposisi dan karakter specimen.

12. Berapa hardness Pigeon Blood Ruby?

Ruby mempunyai hardness sekitar 9 Mohs, sehingga sangat tahan terhadap goresan dibandingkan sebagian besar gemstone berwarna.

13. Apa unsur yang menyebabkan warna merah Ruby?

Warna merah Ruby terutama berkaitan dengan Cr³⁺ (chromium) yang menggantikan sebagian Al³⁺ dalam struktur Corundum. Kandungan iron juga berpengaruh terhadap karakter warna dan fluorescence.

14. Apakah warna saja cukup untuk menentukan Pigeon Blood?

Tidak. Dalam protokol SSEF, penilaian juga mempertimbangkan fluorescence, treatment, zoning, inclusions, transparency, cut, proportions dan internal reflections.

15. Apakah ruby dengan fissure filling dapat disebut Pigeon Blood?

Dalam kriteria SSEF, tidak. Fissure atau cavity yang diisi material asing dan mengubah warna dapat membuat ruby tidak memenuhi designation Pigeon Blood Red.

16. Apakah color zoning memengaruhi Pigeon Blood?

Ya. Dalam kriteria SSEF, ruby harus relatif homogen ketika dilihat dari atas dan tidak menunjukkan zoning yang signifikan.

17. Apakah cut memengaruhi penilaian Pigeon Blood?

Ya. Dalam kriteria SSEF, proportions, windowing dan internal reflections ikut dipertimbangkan. Jadi designation tersebut tidak semata-mata berdasarkan warna rough material.

18. Apakah Pigeon Blood sama dengan Ruby No Heated?

Tidak. Pigeon Blood adalah color designation, sedangkan No Heated adalah treatment status. Keduanya harus dilaporkan secara terpisah, walaupun pada standar laboratorium tertentu status untreated menjadi salah satu syarat untuk menggunakan istilah Pigeon Blood Red.

19. Apakah GLI sebaiknya otomatis memberikan label Pigeon Blood pada ruby merah vivid?

Tidak. Untuk Knowledge Base GLI, Pigeon Blood sebaiknya diperlakukan sebagai designation yang memerlukan kriteria khusus dan protokol color grading yang jelas. Jangan menyamakan “vivid red” dengan “Pigeon Blood”.

20. Bagaimana struktur Pigeon Blood Ruby di Knowledge Base GLI?

Corundum → Ruby → Vivid Red → Pigeon Blood (Trade Color). Treatment, origin, fluorescence, clarity dan data laboratorium dicatat sebagai field terpisah. Dengan struktur ini, Pigeon Blood tidak keliru dianggap sebagai species, origin atau treatment.

Informasi Penulis

Ditulis oleh Muchlis Kumar K., PG (IGS–USA)
Gemologist, GEMS Laboratory Indonesia

💎 Trade Names

Pigeon Blood Ruby Royal Blue Sapphire
Cornflower Blue Sapphire Kashmir Sapphire
Padparadscha Star Sapphire
Teal Sapphire Parti Sapphire
Santa Maria Aquamarine Santa Maria Africana
Maxixe Aquamarine Paraiba Tourmaline
Rubellite Indicolite
Verdelite Chrome Tourmaline
Watermelon Tourmaline Seven Color Tourmaline
Bi-Color Tourmaline Cat’s Eye Tourmaline
Imperial Topaz Swiss Blue Topaz
London Blue Topaz Sky Blue Topaz
Electric Blue Topaz Sherry Topaz
Tsavorite Garnet Rhodolite Garnet
Malaya Garnet Demantoid Garnet
Hessonite Garnet Black Opal
White Opal Crystal Opal
Boulder Opal Fire Opal
Kalimaya Opal Lemon Quartz
Rutilated Quartz Phantom Quartz
Rose Quartz Smoky Quartz
Cat’s Eye Quartz Imperial Jade
Neon Jade