Komentar GLI
Green Zircon adalah varietas Zircon alami yang memiliki warna hijau hingga hijau kekuningan. Warna hijau pada Zircon umumnya berhubungan dengan pusat warna (color centers) yang terbentuk secara alami akibat paparan radiasi geologi dalam jangka waktu yang sangat lama. Green Zircon dikenal memiliki kilau adamantin, dispersi tinggi (fire), dan efek doubling akibat birefringence yang tinggi.
| Field | Data |
|---|---|
| Mineral Group | Zircon Group |
| Species | Zircon |
| Gem Variety | Green Zircon |
| Mineral Class | Nesosilicate |
| Chemical Formula | ZrSiO₄ |
| Crystal System | Tetragonal |
| Crystal Habit | Prismatic, Bipyramidal |
| Color | Yellowish Green, Green, Olive Green, Brownish Green |
| Chromophore | Color Centers, Rare Earth Elements |
| Natural Occurrence | Rare |
| Common Treatment | Usually Untreated |
| Metamict State | High, Intermediate, Low |
| Radioactivity | Usually Very Low (Natural Trace Elements) |
| Color Stability | Stable |
| Mohs Hardness | 6–7.5 |
| Specific Gravity (SG) | 3.90–4.73 |
| Refractive Index (RI) | 1.78–2.01 |
| Birefringence | 0.036–0.059 |
| Optic Character | Uniaxial (+) |
| Dispersion | 0.039 |
| Cleavage | Indistinct |
| Fracture | Conchoidal to Uneven |
| Luster | Adamantine to Vitreous |
| Transparency | Transparent to Translucent |
| Pleochroism | Weak |
| Common Inclusions | Growth Zoning, Mineral Crystals, Needles, Tension Fractures |
| Diagnostic Features | Strong Double Refraction, High Dispersion, High RI |
| Natural Look-Alikes | Peridot, Green Tourmaline, Tsavorite Garnet, Green Sapphire |
| Common Simulants | Green Glass, Synthetic Spinel |
| Typical Sources | Sri Lanka, Cambodia, Tanzania |
| Common Localities | Sri Lanka, Cambodia, Myanmar, Madagascar, Tanzania, Australia |
Fenomena Khusus
- Strong Double Refraction
- High Dispersion (Fire)
Treatment yang Dilaporkan
- No Indications of Treatment
- Heat Treatment (Rare)
Frequently Asked Questions (FAQ) – Green Zircon
1. Apa itu Green Zircon?
Green Zircon adalah varietas Zircon alami dengan warna hijau hingga hijau kekuningan yang memiliki kilau tinggi dan dispersi kuat.
2. Apakah Green Zircon merupakan batu alami?
Ya. Green Zircon terbentuk secara alami dan termasuk salah satu warna Zircon yang relatif langka.
3. Apakah Green Zircon sering mengalami treatment?
Sebagian besar Green Zircon diperdagangkan tanpa treatment, walaupun evaluasi laboratorium tetap diperlukan.
4. Apa yang membedakan Green Zircon dari Peridot?
Green Zircon memiliki birefringence dan dispersi yang jauh lebih tinggi dibanding Peridot, serta nilai RI dan SG yang berbeda.
5. Mengapa Green Zircon terlihat sangat berkilau?
Karena memiliki indeks bias tinggi dan dispersi yang menghasilkan efek “fire” yang kuat.
6. Berapa kekerasan Green Zircon?
Sekitar 6 hingga 7,5 pada skala Mohs, bergantung pada tingkat metamiktisasinya.
7. Bagaimana laboratorium mengidentifikasi Green Zircon?
Melalui pemeriksaan RI, SG, birefringence, dispersi, karakter inklusi, dan evaluasi kemungkinan treatment.
8. Dari mana Green Zircon berasal?
Green Zircon ditemukan di Sri Lanka, Kamboja, Tanzania, Myanmar, Madagaskar, dan beberapa negara lainnya.
9. Apa ciri khas Green Zircon?
Efek doubling yang jelas, kilau adamantin, dispersi tinggi, dan warna hijau alami.
10. Mengapa pemeriksaan laboratorium penting?
Untuk memastikan identitas Green Zircon, mengevaluasi kemungkinan treatment, dan membedakannya dari batu permata lain yang memiliki warna serupa.