Komentar GLI
Alexandrite adalah varietas Chrysoberyl (BeAl₂O₄) yang terkenal karena fenomena perubahan warna (color change). Batu ini umumnya tampak hijau hingga hijau kebiruan di bawah cahaya siang atau cahaya yang kaya spektrum biru, kemudian berubah menjadi merah, merah keunguan, atau merah kecokelatan di bawah cahaya pijar yang kaya spektrum merah. Fenomena ini disebabkan oleh keberadaan Chromium (Cr³⁺) sebagai kromofor utama yang menghasilkan penyerapan cahaya secara selektif. Alexandrite merupakan salah satu batu permata paling langka dan paling bernilai di dunia, terutama apabila menunjukkan perubahan warna yang kuat dan jelas.
| Field | Data |
|---|---|
| Species | Chrysoberyl |
| Variety | Alexandrite |
| Mineral Class | Oxide |
| Chemical Formula | BeAl₂O₄ |
| Crystal System | Orthorhombic |
| Crystal Habit | Tabular, Prismatic, Pseudohexagonal Twins |
| Color | Hijau hingga Hijau Kebiruan (siang) / Merah hingga Merah Keunguan (cahaya pijar) |
| Chromophore | Chromium (Cr³⁺) |
| Mohs Hardness | 8.5 |
| Specific Gravity (SG) | 3.68–3.78 |
| Refractive Index (RI) | 1.741–1.760 |
| Birefringence | 0.008–0.010 |
| Optic Character | Biaxial (+) |
| Pleochroism | Kuat; Hijau, Jingga, Merah |
| Cleavage | Poor pada satu arah |
| Parting | Tidak umum |
| Fracture | Conchoidal hingga Uneven |
| Luster | Vitreous |
| Transparency | Transparent – Translucent |
| Dispersion | 0.015 |
| Fluorescence UV LW | Merah lemah hingga sedang pada beberapa spesimen kaya Chromium |
| Fluorescence UV SW | Umumnya lemah hingga inert |
| Chelsea Filter | Dapat menunjukkan respons merah akibat kandungan Chromium |
| Magnetism | Inert hingga sangat lemah |
| Common Inclusions | Fingerprint, crystal inclusion, healed fracture, needle, parallel growth, twinning, fluid inclusions |
Treatment yang Ditemukan di Laboratorium
- No Indications of Treatment
- Surface Coating
- Composite Stone
Fenomena Optik
| Fenomena | Keterangan |
|---|---|
| Optical Phenomenon | Color Change |
| Cause of Phenomenon | Penyerapan cahaya secara selektif oleh Chromium (Cr³⁺) sehingga warna batu berubah ketika sumber cahaya memiliki komposisi spektrum yang berbeda. |
Frequently Asked Questions (FAQ) – Alexandrite
1. Apa yang dimaksud dengan Alexandrite?
Alexandrite adalah varietas Chrysoberyl yang menunjukkan fenomena perubahan warna (color change) ketika dilihat di bawah sumber cahaya yang berbeda.
2. Mengapa Alexandrite dapat berubah warna?
Karena kandungan Chromium (Cr³⁺) menyebabkan penyerapan cahaya secara selektif sehingga warna yang dipantulkan berubah sesuai spektrum cahaya yang digunakan.
3. Apa warna Alexandrite di bawah cahaya siang?
Umumnya hijau, hijau kebiruan, atau hijau zaitun.
4. Apa warna Alexandrite di bawah cahaya pijar?
Umumnya merah, merah keunguan, merah kecokelatan, atau ungu kemerahan.
5. Apakah semua batu color change adalah Alexandrite?
Tidak. Beberapa batu lain seperti Sapphire, Garnet, Spinel, dan Diaspore juga dapat menunjukkan perubahan warna, tetapi bukan termasuk Alexandrite.
6. Apa faktor yang menentukan kualitas Alexandrite?
Kualitas ditentukan oleh kekuatan perubahan warna, warna pada kedua kondisi cahaya, kejernihan, ukuran, dan kualitas pemotongan.
7. Apakah Alexandrite merupakan batu yang langka?
Ya. Alexandrite alami berkualitas tinggi merupakan salah satu batu permata paling langka di dunia.
8. Negara mana yang menghasilkan Alexandrite?
Alexandrite ditemukan di Rusia, Brasil, Sri Lanka, Tanzania, India, Zimbabwe, Madagascar, dan beberapa negara lainnya.
9. Apakah Alexandrite sintetis tersedia?
Alexandrite sintetis telah diproduksi sehingga pemeriksaan laboratorium diperlukan untuk membedakannya dari batu alami.
10. Apakah laboratorium dapat mengidentifikasi Alexandrite sintetis?
Ya. Laboratorium menggunakan pemeriksaan mikroskopis, sifat optik, dan metode analisis lainnya untuk membedakan Alexandrite alami dan sintetis.
11. Apakah Alexandrite sering mengalami treatment?
Sebagian besar Alexandrite alami diperdagangkan tanpa treatment, tetapi laboratorium tetap melakukan pemeriksaan untuk mendeteksi perlakuan yang mungkin ada.
12. Apakah Alexandrite cocok digunakan sebagai perhiasan?
Ya. Dengan kekerasan 8,5 pada skala Mohs, Alexandrite sangat baik digunakan sebagai batu permata untuk berbagai jenis perhiasan.
13. Apakah perubahan warna Alexandrite bersifat permanen?
Ya. Fenomena color change merupakan sifat optik alami dan tidak akan hilang selama batu tidak mengalami kerusakan fisik.
14. Apa perbedaan color change dan pleokroisme?
Color change terjadi karena perbedaan spektrum sumber cahaya, sedangkan pleokroisme terjadi karena arah pengamatan terhadap struktur kristal anisotropik.
15. Mengapa Alexandrite memiliki harga yang sangat tinggi?
Karena kombinasi kelangkaan, kekerasan tinggi, serta fenomena perubahan warna yang kuat menjadikannya salah satu batu permata paling bernilai di dunia.