โผ ๐ Alexandrite
โถ ๐ฌ Komentar GLI
โถ ๐ Overview
Di bawah cahaya siang atau lampu dengan spektrum kaya biru, Alexandrite umumnya tampak hijau hingga hijau kebiruan. Sebaliknya, di bawah cahaya pijar atau lampu dengan spektrum kaya merah, warnanya berubah menjadi merah, merah keunguan, atau ungu kemerahan. Fenomena ini dikenal sebagai Color Change dan menjadi ciri utama Alexandrite.
Alexandrite pertama kali ditemukan pada abad ke-19 di Pegunungan Ural, Rusia, dan kemudian dinamai untuk menghormati Tsar Alexander II. Saat ini, sumber Alexandrite telah ditemukan di berbagai negara, meskipun material dengan perubahan warna yang kuat tetap sangat langka.
Semakin jelas perubahan warna yang ditampilkan, semakin tinggi pula nilai Alexandrite. Batu dengan perubahan warna yang kuat disertai kejernihan dan ukuran besar termasuk di antara batu permata paling bernilai di dunia.
โถ ๐ Physical Properties
Variety : Alexandrite
Mineral Group : Chrysoberyl Group
Chemical Formula : BeAlโOโ
Crystal System : Orthorhombic
Crystal Habit : Tabular, Prismatic
Hardness : 8.5 (Mohs)
Refractive Index (RI) : 1.746โ1.755
Birefringence : 0.008โ0.010
Specific Gravity (SG) : 3.68โ3.78
Luster : Vitreous
Cleavage : Poor
Fracture : Conchoidal to Uneven
Transparency : Transparent hingga Translucent
Pleochroism : Strong (Green, Orange, Red)
Typical Color : Green, Bluish Green, Greenish Blue dengan perubahan menjadi Red, Purplish Red, atau Reddish Purple tergantung sumber cahaya
โถ ๐ Geographic Origin
- ๐ท๐บ Russia (Ural Mountains โ lokasi penemuan pertama)
- ๐ง๐ท Brazil
- ๐ฑ๐ฐ Sri Lanka
- ๐น๐ฟ Tanzania
- ๐ฒ๐ฌ Madagascar
- ๐ฎ๐ณ India
- ๐ฟ๐ผ Zimbabwe
Alexandrite dari Pegunungan Ural di Rusia dikenal sebagai material klasik karena mampu menampilkan perubahan warna yang sangat kuat. Saat ini, Brazil, Sri Lanka, Tanzania, dan Madagascar juga menjadi sumber penting Alexandrite berkualitas permata.
โถ ๐งช Treatments
- ๐ข No Treatment
- ๐ฅ Heating (Very Rare)
- ๐งช Fracture Filling (Very Rare)
- ๐จ Surface Coating (Very Rare)
Karena nilai Alexandrite yang tinggi, pemeriksaan laboratorium sangat penting untuk memastikan keaslian batu serta mendeteksi kemungkinan adanya treatment maupun material sintetis.
โถ โจ Optical Phenomena
- ๐ Color Change (Phenomenon)
- ๐๏ธ Chatoyancy (Rare โ Cat’s-eye Alexandrite)
Fenomena Color Change terjadi karena cara ion kromium (Crยณโบ) menyerap dan memantulkan panjang gelombang cahaya yang berbeda. Akibatnya, Alexandrite dapat tampak hijau hingga hijau kebiruan di bawah cahaya siang, kemudian berubah menjadi merah atau merah keunguan di bawah cahaya pijar.
โถ ๐ฌ Identification
- Pengukuran Refractive Index (RI).
- Pengukuran Specific Gravity (SG).
- Pengamatan pleochroism.
- Evaluasi intensitas Color Change di bawah berbagai sumber cahaya.
- Pemeriksaan karakter inklusi alami menggunakan mikroskop.
- Pembedaan dari Synthetic Alexandrite, Color Change Sapphire, Color Change Garnet, Synthetic Spinel, serta material imitasi lainnya.
Apabila diperlukan, pemeriksaan dapat dilanjutkan dengan observasi mikroskopis yang lebih mendalam, evaluasi menggunakan berbagai kondisi pencahayaan, pengujian sifat optik maupun gemologi lainnya, serta metode analisis laboratorium lanjutan sesuai fasilitas yang tersedia. Jenis pengujian yang dilakukan akan disesuaikan dengan karakteristik batu dan kebutuhan identifikasi.
โถ ๐งฌ Related Man-Made Materials
- ๐งช Synthetic Chrysoberyl
- ๐ Synthetic Color Change Corundum
- ๐ท Synthetic Color Change Spinel
- ๐ Color Change Glass
- ๐งฉ Composite Materials
Karena Alexandrite memiliki nilai ekonomi yang sangat tinggi, berbagai material sintetis dan imitasi telah dikembangkan untuk menyerupai fenomena perubahan warnanya. Pemeriksaan laboratorium diperlukan untuk membedakan Alexandrite alami dari material buatan tersebut.
โถ ๐ก๏ธ Care & Cleaning
Untuk membantu menjaga kondisi Alexandrite tetap baik, disarankan:
- ๐งผ Bersihkan menggunakan air hangat dan sabun ringan.
- ๐ชฅ Gunakan sikat berbulu lembut untuk membersihkan bagian belakang batu maupun sela-sela perhiasan.
- ๐งฝ Bilas dengan air bersih kemudian keringkan menggunakan kain lembut.
- ๐ฆ Simpan secara terpisah dari batu permata lain agar terhindar dari benturan dan goresan.
- โ ๏ธ Hindari benturan keras meskipun Alexandrite memiliki kekerasan yang tinggi.
- ๐งช Hindari kontak dengan bahan kimia yang bersifat korosif, terutama saat membersihkan perhiasan.
Alexandrite alami yang tidak mengalami treatment umumnya aman dibersihkan menggunakan Ultrasonic Cleaner. Namun, apabila batu diketahui memiliki rekahan yang signifikan atau pernah mengalami treatment tertentu, pembersihan secara manual tetap lebih disarankan.
โถ ๐ References
- ๐ GIA Gem Encyclopedia
- ๐ GIA Gem Reference Guide
- ๐ Gem-A Gemstone Directory
- ๐ ICA Gemstone Reference Guide
- ๐ CIBJO Blue Books
- ๐ GLI Research & Testing Database