Komentar GLI

Chrome Tourmaline adalah varietas hijau dari spesies Elbaite yang memperoleh warna hijaunya terutama dari Chromium (Cr³⁺), sering disertai Vanadium (V³⁺). Warna hijau yang dihasilkan umumnya lebih jenuh dibandingkan Green Tourmaline yang didominasi oleh Iron (Fe). Chrome Tourmaline pertama kali dikenal dari Afrika Timur dan hingga kini material berkualitas tinggi terutama berasal dari Tanzania dan Kenya.

Field Data
Species Elbaite
Variety Chrome Tourmaline
Mineral Class Cyclosilicate
Chemical Formula Na(Li,Al)₃Al₆(BO₃)₃Si₆O₁₈(OH)₄
Crystal System Trigonal
Crystal Habit Prismatic memanjang dengan striasi sejajar
Color Vivid Green, Deep Green, Bluish Green, Yellowish Green
Chromophore Chromium (Cr³⁺), sering disertai Vanadium (V³⁺)
Mohs Hardness 7–7.5
Specific Gravity (SG) 3.02–3.10
Refractive Index (RI) 1.614–1.650
Birefringence 0.014–0.021
Optic Character Uniaxial (-)
Pleochroism Kuat, dari hijau muda hingga hijau tua
Cleavage Indistinct
Parting Tidak umum
Fracture Uneven hingga Conchoidal
Luster Vitreous
Transparency Transparent – Translucent
Dispersion 0.017–0.020
Fluorescence UV LW Umumnya inert
Fluorescence UV SW Umumnya inert
Chelsea Filter Dapat menunjukkan respons merah pada spesimen kaya Chromium
Magnetism Umumnya lemah
Common Inclusions Liquid inclusions, two-phase inclusions, hollow tubes, growth tubes, fingerprint, crystal inclusions, healed fractures

Treatment yang Ditemukan di Laboratorium

  • No Indications of Treatment
  • Heating
  • Surface Coating
  • Composite Stone

Fenomena Optik

  • Chatoyancy (Cat’s Eye) pada sebagian spesimen.

Frequently Asked Questions (FAQ) – Chrome Tourmaline

1. Apa itu Chrome Tourmaline?

Chrome Tourmaline adalah varietas hijau dari spesies Elbaite yang warna hijaunya terutama disebabkan oleh Chromium (Cr³⁺), sering disertai Vanadium (V³⁺).

2. Apakah Chrome Tourmaline merupakan spesies?

Tidak. Chrome Tourmaline adalah varietas dari spesies Elbaite.

3. Apa penyebab warna hijau pada Chrome Tourmaline?

Warna terutama disebabkan oleh Chromium (Cr³⁺), sering disertai Vanadium (V³⁺).

4. Apakah semua Green Tourmaline adalah Chrome Tourmaline?

Tidak. Sebagian besar Green Tourmaline memperoleh warna dari Iron (Fe), sedangkan Chrome Tourmaline didominasi oleh Chromium dan/atau Vanadium.

5. Di mana Chrome Tourmaline ditemukan?

Material berkualitas tinggi terutama ditemukan di Tanzania dan Kenya, meskipun sumber lain juga dapat ditemukan.

6. Apakah Chrome Tourmaline sering mengalami treatment?

Sebagian besar diperdagangkan tanpa treatment, namun pemanasan dapat ditemukan pada sebagian material.

7. Apakah Chrome Tourmaline memiliki pleokroisme?

Ya. Chrome Tourmaline umumnya menunjukkan pleokroisme yang cukup kuat.

8. Apakah Chrome Tourmaline menunjukkan fluoresensi?

Sebagian besar spesimen bersifat inert terhadap sinar ultraviolet.

9. Apa faktor yang menentukan kualitas Chrome Tourmaline?

Intensitas warna hijau, kejernihan, ukuran, kualitas pemotongan, dan tidak adanya treatment.

10. Mengapa Chrome Tourmaline bernilai tinggi?

Karena warna hijaunya yang jenuh, ketersediaannya yang relatif terbatas, dan permintaan pasar.

11. Apakah Chrome Tourmaline dapat menunjukkan efek mata kucing?

Ya. Pada spesimen tertentu dapat muncul fenomena chatoyancy.

12. Bagaimana laboratorium membedakan Chrome Tourmaline dari Tsavorite?

Laboratorium menggunakan kombinasi RI, SG, birefringence, sistem kristal, pleokroisme, dan karakter inklusi untuk memastikan identitas batu.

13. Apakah laboratorium dapat menentukan asal geografis Chrome Tourmaline?

Penentuan asal geografis memerlukan analisis lanjutan dan tidak selalu dapat dipastikan melalui pemeriksaan gemologi standar.

14. Apakah Chrome Tourmaline cocok digunakan sebagai perhiasan?

Ya. Dengan kekerasan Mohs 7–7,5, Chrome Tourmaline sangat cocok untuk berbagai jenis perhiasan.

15. Mengapa pemeriksaan laboratorium diperlukan?

Karena Chrome Tourmaline dapat menyerupai Green Tourmaline, Emerald, Tsavorite, atau batu hijau lainnya sehingga identifikasi laboratorium diperlukan untuk memastikan jenis dan keasliannya.