Komentar GLI
White Sapphire adalah varietas tidak berwarna dari mineral Corundum (Al₂O₃). Batu ini tidak memiliki unsur penyebab warna (chromophore) dalam jumlah yang cukup untuk menghasilkan warna tertentu sehingga tampak bening. White Sapphire sering digunakan sebagai alternatif berlian karena memiliki kekerasan tinggi, kejernihan yang baik, dan kilau yang menarik, meskipun dispersi cahayanya lebih rendah dibandingkan berlian.
| Field | Data |
|---|---|
| Species | Corundum |
| Variety | White Sapphire |
| Mineral Class | Oxide |
| Chemical Formula | Al₂O₃ |
| Crystal System | Trigonal |
| Crystal Habit | Hexagonal barrel, tabular, prismatic |
| Color | Colorless |
| Cause of Color | Tidak terdapat chromophore dalam jumlah yang signifikan. |
| Mohs Hardness | 9 |
| Specific Gravity (SG) | 3.95–4.03 (≈4.00) |
| Refractive Index (RI) | 1.762–1.770 |
| Birefringence | 0.008 |
| Optic Character | Uniaxial (-) |
| Pleochroism | None |
| Cleavage | None |
| Parting | Basal dan Rhombohedral |
| Fracture | Conchoidal hingga Uneven |
| Luster | Vitreous |
| Transparency | Transparent – Translucent |
| Dispersion | 0.018 |
| Fluorescence UV LW | Umumnya inert |
| Fluorescence UV SW | Umumnya inert |
| Chelsea Filter | Tidak menunjukkan reaksi khas |
| Magnetism | Inert |
| Common Inclusions | Fingerprint, crystal inclusion, rutile silk, feather, healed fracture, needle |
Treatment yang Ditemukan di Laboratorium
- No Indications of Heating
- Heated
- Heated with Minor Residue
- Fracture Filled
- Surface Coated
- Composite Sapphire
- Irradiated (sangat jarang)
Fenomena Optik
- Star White Sapphire (Asterism)
- Color Zoning (jarang)
Frequently Asked Questions (FAQ) – White Sapphire
1. Apa yang dimaksud dengan White Sapphire?
White Sapphire adalah varietas tidak berwarna dari mineral Corundum (Al₂O₃).
2. Mengapa White Sapphire tidak memiliki warna?
Karena tidak terdapat unsur penyebab warna (chromophore) dalam jumlah yang cukup di dalam struktur kristalnya.
3. Apakah White Sapphire sama dengan berlian?
Tidak. White Sapphire adalah Corundum, sedangkan berlian tersusun dari karbon murni.
4. Mengapa White Sapphire sering dijadikan pengganti berlian?
Karena memiliki tampilan bening, kekerasan tinggi, harga yang lebih terjangkau, dan ketahanan yang baik untuk perhiasan sehari-hari.
5. Apakah White Sapphire sering dipanaskan?
Sebagian White Sapphire dapat mengalami proses pemanasan untuk meningkatkan kejernihan.
6. Apakah White Sapphire sintetis tersedia di pasaran?
Ya. White Sapphire sintetis tersedia dan dapat dibedakan melalui pemeriksaan laboratorium.
7. Bagaimana membedakan White Sapphire dan Cubic Zirconia?
White Sapphire memiliki sifat optik dan fisik yang berbeda, seperti RI, SG, kekerasan, dan karakter inklusi yang dapat diperiksa di laboratorium.
8. Apakah White Sapphire dapat menunjukkan fenomena bintang?
Ya. Walaupun jarang, White Sapphire dapat memperlihatkan fenomena asterism apabila memiliki orientasi inklusi rutile yang sesuai.
9. Negara mana yang menghasilkan White Sapphire?
White Sapphire ditemukan di Sri Lanka, Madagascar, Myanmar, Tanzania, Australia, dan beberapa negara lainnya.
10. Apakah laboratorium selalu dapat menentukan asal geografis White Sapphire?
Tidak. Penentuan origin hanya dapat dilakukan apabila tersedia bukti gemologi yang memadai.
11. Apa faktor yang menentukan kualitas White Sapphire?
Kualitas dipengaruhi oleh kejernihan, ukuran, kualitas pemotongan, treatment, dan transparansi batu.
12. Apakah White Sapphire mudah tergores?
Tidak. Dengan kekerasan Mohs 9, White Sapphire sangat tahan terhadap goresan.
13. Apakah White Sapphire memiliki kilau seperti berlian?
White Sapphire memiliki kilau kaca (vitreous luster), tetapi dispersi cahayanya lebih rendah dibandingkan berlian.
14. Apakah White Sapphire cocok untuk cincin?
Ya. Karena memiliki kekerasan tinggi, White Sapphire sangat cocok digunakan sebagai batu utama pada cincin maupun perhiasan lainnya.
15. Apakah White Sapphire termasuk Fancy Sapphire?
Ya. White Sapphire termasuk kelompok Fancy Sapphire karena merupakan Corundum selain Ruby.