Komentar GLI

Plasma adalah varietas Chalcedony berwarna hijau yang memperoleh warna utamanya dari keberadaan mineral klorit, aktinolit, hornblende, atau inklusi mineral hijau lainnya. Berbeda dengan Heliotrope (Bloodstone), Plasma tidak memiliki bintik-bintik merah khas. Varietas ini dikenal karena warna hijaunya yang merata dan telah digunakan sebagai batu hias maupun batu permata sejak zaman dahulu.

Field Data
Species Quartz
Variety Plasma
Mineral Class Tectosilicate
Chemical Formula SiO₂
Crystal System Trigonal (Quartz) – Cryptocrystalline Aggregate
Crystal Habit Massive, nodular
Color Dark Green, Green, Grayish Green
Chromophore Green mineral inclusions (commonly chlorite, actinolite, hornblende)
Mohs Hardness 6.5–7
Specific Gravity (SG) 2.58–2.64
Refractive Index (RI) 1.530–1.540
Birefringence Tidak tampak pada agregat mikrokristalin
Optic Character Aggregate
Pleochroism None
Cleavage None
Parting Tidak ada
Fracture Conchoidal hingga uneven
Luster Waxy hingga Vitreous
Transparency Translucent – Opaque
Dispersion Tidak signifikan
Fluorescence UV LW Umumnya inert
Fluorescence UV SW Umumnya inert
Chelsea Filter Tidak memiliki respons diagnostik yang konsisten
Magnetism Non-magnetic
Common Inclusions Chlorite, actinolite, hornblende, fibrous structure, fluid inclusions

Treatment yang Ditemukan di Laboratorium

  • No Indications of Treatment
  • Dyeing
  • Impregnation
  • Surface Coating
  • Composite Stone

Fenomena Optik

  • Tidak ada fenomena optik khas.

Frequently Asked Questions (FAQ) – Plasma

1. Apa itu Plasma?

Plasma adalah varietas Chalcedony berwarna hijau tanpa bintik merah yang khas.

2. Apa penyebab warna hijau pada Plasma?

Warna hijau umumnya berasal dari inklusi mineral seperti chlorite, actinolite, hornblende, atau mineral hijau lainnya.

3. Apa perbedaan Plasma dan Bloodstone?

Plasma tidak memiliki bintik merah, sedangkan Bloodstone memiliki bintik merah akibat inklusi hematite.

4. Apakah Plasma merupakan spesies mineral?

Tidak. Plasma adalah varietas dari spesies Quartz.

5. Apakah Plasma sama dengan Chrysoprase?

Tidak. Chrysoprase memperoleh warna hijau dari nikel (Ni), sedangkan Plasma memperoleh warna dari inklusi mineral hijau.

6. Apakah Plasma sering mengalami treatment?

Sebagian besar diperdagangkan tanpa treatment, tetapi pewarnaan dapat dijumpai pada beberapa material.

7. Bagaimana laboratorium mendeteksi treatment?

Melalui pemeriksaan mikroskopis, distribusi warna, karakter inklusi, serta pengujian gemologi lainnya.

8. Di mana Plasma ditemukan?

Plasma ditemukan di India, Brasil, Australia, Madagaskar, Afrika Selatan, dan beberapa negara lainnya.

9. Apakah Plasma cocok digunakan sebagai perhiasan?

Ya. Plasma digunakan sebagai batu cincin, liontin, manik-manik, dan berbagai benda ukiran.

10. Apakah laboratorium dapat menentukan asal geografis Plasma?

Penentuan asal geografis umumnya tidak dilakukan melalui pemeriksaan gemologi standar.

11. Apakah Plasma memiliki belahan?

Tidak. Plasma tidak memiliki cleavage dan menunjukkan patahan conchoidal.

12. Apakah Plasma mudah dipalsukan?

Ya. Chalcedony yang diwarnai dapat menyerupai Plasma sehingga pemeriksaan laboratorium diperlukan.

13. Bagaimana laboratorium mengidentifikasi Plasma?

Laboratorium menggunakan kombinasi RI, SG, struktur kriptokristalin, karakter inklusi, serta pemeriksaan mikroskopis.

14. Apakah semua Chalcedony hijau adalah Plasma?

Tidak. Chalcedony hijau dapat berupa Chrysoprase, Chrome Chalcedony, Plasma, atau material yang telah diwarnai.

15. Mengapa pemeriksaan laboratorium diperlukan?

Pemeriksaan laboratorium membantu memastikan identitas Plasma, mendeteksi treatment, serta membedakan batu alami, sintetis, maupun imitasi.