💎 Laboratorium dan Pedagang Memiliki Peran Berbeda
Dalam dunia batu permata, terdapat banyak pihak yang terlibat mulai dari penambang, pemotong batu, pedagang, kolektor, investor hingga laboratorium gemologi.
Masing-masing memiliki peran yang berbeda. Pedagang bertugas menjual batu permata, sementara laboratorium bertugas mengidentifikasi dan memberikan informasi ilmiah mengenai batu tersebut.
Sejak awal berdirinya, GEMS Laboratory Indonesia (GLI) memilih untuk fokus pada bidang pengujian dan identifikasi batu permata, tanpa terlibat dalam aktivitas perdagangan batu.
Objektivitas
Laboratorium harus menilai batu berdasarkan fakta gemologi dan hasil pengujian, bukan berdasarkan nilai jual atau kepentingan transaksi.
Fokus Pada Ilmu
Seluruh perhatian diarahkan pada identifikasi, penelitian, dokumentasi, dan pengembangan pengetahuan gemologi.
Kepercayaan Publik
Independensi membantu menciptakan kepercayaan dari kolektor, pedagang, maupun masyarakat umum.
📜 Prinsip Dasar GLI
GLI meyakini bahwa hasil identifikasi harus berdiri di atas data, observasi, dan pengujian yang dilakukan terhadap batu permata yang diperiksa.
Karena itu GLI tidak membeli, menjual, menjadi perantara, ataupun menentukan harga pasar suatu batu permata.
Keputusan transaksi sepenuhnya berada di tangan pemilik, pembeli, kolektor, maupun pedagang yang bersangkutan.
Kami tidak menjual batu.
Kami menguji, mengidentifikasi, dan menyajikan informasi gemologi yang dapat dipertanggungjawabkan.
🌎 Untuk Siapa GLI Bekerja?
GLI hadir untuk melayani seluruh pihak dalam industri batu permata tanpa memandang apakah mereka penjual, pembeli, kolektor, investor, maupun penghobi batu permata.
Dengan menjaga independensi dan tidak terlibat dalam perdagangan batu permata, GLI berupaya menjadi sumber informasi yang netral dan dapat dipercaya oleh semua pihak.