Komentar GLI

Chrysolite adalah nama historis (historical trade name) yang sejak zaman kuno digunakan untuk menyebut batu permata berwarna hijau hingga kuning kehijauan. Dalam gemologi modern, istilah Chrysolite umumnya merujuk pada Peridot, yaitu varietas batu permata dari spesies mineral Olivine. Karena penggunaannya pada masa lalu tidak selalu konsisten dan pernah diterapkan pada beberapa batu permata lain, istilah Chrysolite saat ini lebih diperlakukan sebagai nama historis daripada nama gemologi resmi.

Field Data
Mineral Group Olivine Group
Species Olivine
Historical Trade Name Chrysolite
Classification Historical Trade Name
Modern Gemological Name Peridot
Mineral Class Nesosilicate
Chemical Formula (Mg,Fe)₂SiO₄
Crystal System Orthorhombic
Color Yellowish Green, Olive Green, Green
Chromophore Iron (Fe²⁺)
Cause of Color Iron incorporated naturally into the crystal structure.
Natural Occurrence Common (as Peridot)
Common Treatment None Known
Mohs Hardness 6.5–7
Specific Gravity (SG) 3.27–3.37
Refractive Index (RI) 1.654–1.690
Birefringence 0.035–0.038
Optic Character Biaxial (+)
Luster Vitreous
Transparency Transparent to Translucent
Diagnostic Features Historical name for Peridot, characteristic green color, lily pad inclusions, high birefringence.
Typical Sources Pakistan, Myanmar, Egypt, USA (Arizona)

Status Gemologi

  • Bukan nama spesies mineral.
  • Bukan nama varietas mineral yang diakui.
  • Merupakan nama historis yang dalam gemologi modern mengacu pada Peridot.
  • Masih sering ditemukan pada literatur lama dan perdagangan antik.

Frequently Asked Questions (FAQ) – Chrysolite

1. Apa itu Chrysolite?

Chrysolite adalah nama historis yang dahulu digunakan untuk batu permata hijau, dan dalam gemologi modern umumnya mengacu pada Peridot.

2. Apakah Chrysolite sama dengan Peridot?

Dalam penggunaan gemologi modern, ya. Chrysolite merupakan nama lama yang kini digantikan oleh nama Peridot.

3. Apakah Chrysolite merupakan spesies mineral?

Tidak. Chrysolite bukan nama spesies mineral, melainkan nama historis dalam perdagangan batu permata.

4. Mengapa istilah Chrysolite sudah jarang digunakan?

Karena gemologi modern menggunakan nomenklatur yang lebih baku sehingga nama Peridot lebih disukai untuk menghindari kebingungan.

5. Apakah semua Chrysolite adalah Peridot?

Dalam praktik gemologi modern, istilah Chrysolite umumnya merujuk pada Peridot. Namun pada literatur kuno, istilah ini pernah digunakan untuk beberapa batu hijau lainnya.

6. Apa penyebab warna Chrysolite?

Warna hijaunya berasal dari kandungan besi (Fe²⁺) dalam struktur kristal Olivine.

7. Apakah Chrysolite mengalami treatment?

Tidak ada treatment yang umum diterapkan pada Peridot yang dahulu dikenal sebagai Chrysolite.

8. Dari mana Chrysolite berasal?

Sumbernya sama dengan Peridot, antara lain Pakistan, Myanmar, Mesir, dan Arizona (Amerika Serikat).

9. Mengapa artikel Chrysolite tetap penting?

Karena istilah ini masih sering dijumpai dalam buku gemologi lama, katalog perhiasan, lelang, dan pencarian internet.

10. Mengapa pemeriksaan laboratorium tetap diperlukan?

Untuk memastikan bahwa batu yang disebut “Chrysolite” benar-benar merupakan Peridot (Olivine) dan bukan batu hijau lain yang menggunakan nama tersebut secara historis.