Komentar GLI

Corundum adalah spesies mineral aluminium oksida (Al₂O₃) yang merupakan salah satu batu permata paling penting di dunia. Semua Ruby dan Sapphire berasal dari spesies mineral yang sama, yaitu Corundum. Perbedaan warna ditentukan oleh unsur jejak (trace elements) seperti kromium (Cr), besi (Fe), dan titanium (Ti). Corundum memiliki kekerasan 9 pada skala Mohs sehingga menjadi mineral alami kedua terkeras setelah Diamond.

Field Data
Mineral Group Corundum Group
Species Corundum
Gem Variety Ruby, Sapphire
Trade Name Species Dependent
Mineral Class Oxide
Chemical Formula Al₂O₃
Crystal System Trigonal
Crystal Habit Barrel-shaped, Prismatic, Tabular
Color Red, Blue, Pink, Yellow, Orange, Green, Purple, Violet, White, Gray, Brown, Black, Color Change
Chromophore Cr, Fe, Ti, V (depending on variety)
Mohs Hardness 9
Specific Gravity (SG) 3.95–4.10
Refractive Index (RI) 1.759–1.770
Birefringence 0.008–0.010
Optic Character Uniaxial (-)
Pleochroism Weak to Strong (Variety Dependent)
Cleavage None
Parting Rhombohedral Parting
Fracture Conchoidal to Uneven
Luster Vitreous to Subadamantine
Transparency Transparent to Opaque
Dispersion 0.018
Fluorescence UV LW Variety Dependent
Fluorescence UV SW Variety Dependent
Chelsea Filter Variety Dependent
Magnetism Generally Non-magnetic to Weakly Magnetic
Common Inclusions Rutile Silk, Fingerprints, Needles, Crystal Inclusions, Growth Zoning, Two-phase Inclusions, Healed Fractures

Treatment yang Dilaporkan

  • No Indications of Treatment
  • Heating
  • Beryllium Diffusion
  • Surface Diffusion
  • Lead Glass Filling
  • Flux Healing
  • Fracture Filling
  • Surface Coating
  • Synthetic Material Exists
  • Composite Stone

Fenomena Optik

  • Asterism (Star Effect)
  • Color Change
  • Color Zoning

Frequently Asked Questions (FAQ) – Corundum

1. Apa itu Corundum?

Corundum adalah spesies mineral aluminium oksida (Al₂O₃) yang mencakup seluruh Ruby dan Sapphire.

2. Apa perbedaan Ruby dan Sapphire?

Ruby adalah Corundum berwarna merah, sedangkan semua warna Corundum lainnya diklasifikasikan sebagai Sapphire.

3. Apa penyebab warna pada Corundum?

Warna disebabkan oleh unsur jejak seperti kromium (Cr), besi (Fe), titanium (Ti), dan vanadium (V).

4. Berapa kekerasan Corundum?

Corundum memiliki kekerasan 9 pada skala Mohs.

5. Apakah Corundum termasuk batu permata yang kuat?

Ya. Corundum merupakan mineral alami kedua terkeras setelah Diamond sehingga sangat cocok digunakan sebagai batu perhiasan.

6. Apakah semua Corundum mengalami treatment?

Tidak. Sebagian diperdagangkan tanpa treatment, sedangkan sebagian lainnya dapat mengalami pemanasan atau treatment lain.

7. Apakah Corundum sintetis tersedia?

Ya. Corundum sintetis telah diproduksi selama lebih dari satu abad sehingga pemeriksaan laboratorium sangat penting.

8. Apa saja fenomena optik yang dapat dijumpai pada Corundum?

Fenomena yang dapat dijumpai antara lain asterism (star) dan color change.

9. Bagaimana laboratorium mengidentifikasi Corundum?

Melalui kombinasi RI, SG, sifat optik, karakter inklusi, serta pemeriksaan mikroskopis.

10. Mengapa pemeriksaan laboratorium diperlukan?

Pemeriksaan laboratorium membantu memastikan spesies, mendeteksi treatment, membedakan batu alami dari sintetis maupun imitasi, serta memberikan informasi gemologi yang akurat.